Pembangunan

4.1.    VISI  DAN MISI

4.1.1. Visi

1. Terwujudnya desa yang maju dalam segala bidang

2. Terciptanya hubungan yang baik dan asfiratif antara masyarakat dengan pemerintah Desa

4.1.2. Misi Desa

1. Memberi pandangan kepada masyarakat terhadap desanya dimasa yang akan datang

2. Menggali Potensi sumber daya alam yang ada

3. Meningkatkan sumber daya manusia

4. Memajukan perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik

5. Pembangunan dan pembenahan sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan masyarakat

6. Mewujudkan sistem kepemimpinan Desa yang efektif

 

4.2. Kebijakan Pembangunan

4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa

Kebijakan merupakan arah/tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah untuk mewujudkan visi dan misi. Terdapat 6 misi yang dijadikan arah acuan kebijakan pemerintah desa Wargasaluyu yaitu :

1. Memberi pandangan kepada masyarakat terhadap desanya dimasa yang akan datang

2. Menggali Potensi sumber daya alam yang ada

3. Meningkatkan sumber daya manusia

4. Memajukan perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik

5. Pembangunan dan pembenahan sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan masyarakat

6. Mewujudkan sistem kepemimpinan Desa yang efektif

 

Arah kebijakan yang diambil agar terlaksananya misi-misi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Memberi pandangan kepada masyarakat terhadap desanya dimasa yang akan datang

Arah kebijakan yang akan diambil adalah menginformasikan dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang program dan kebijakan desa yang didasarkan pada visi dan misi desa.

 

2. Menggali Potensi sumber daya alam yang ada

Arah kebijakan yang akan diambil adalah menggali potensi yang ada di desa dengan tetap mempertahankan kelestarian alam untuk kesejahteraan masyarakat

 

3. Meningkatkan sumber daya manusia

Arah kebijakan yang akan diambil adalah membangun sarana dan prasarana fasilitas pendidikan dan meningkatkan akses ke pihak berkompeten khususnya departemen sosial untuk memberikan pelatihan –pelatihan guna menambah keahlian masyarakat.dan

4. Memajukan perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik

a. Arah kebijakan yang akan diambil adalah Meningkatkan akses ke pihak lembaga    perekonomian untuk  membantu   masyarakat  untuk mendapatkan  atau menambah modal

b.  Menfasilitasi masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian dan pertenakan.

5. Pembangunan dan pembenahan sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan masyarakat

Arah kebijakan yang akan diambil adalah mengunakan dengan sebaik-baiknya bantuan dana yang diberikan kepada desa untuk   Pembangunan atau  rehab sarana dan prasarana  di bidang pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan fasilitas umum.

6. Mewujudkan system kepemimpinan Desa yang efektif

  1. Meningkatkan kemampuan aparat desa dan anggota BPD.
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan.
  3. Meningktakan tertib administrasi desa.

 

 

3.2.2        Potensi dan Masalah

 4.2.2.1 Potensi

Potensi  adalah  segala  sesuatu  yang ada dan tersedia di daerah/Desa baik berbentuk Tenaga, Benda dan Pemikir-pemikir yang potensi didalamnya. Hasil kajian sketsa desa, secara umum potensi yang dimiliki Desa Wargasaluyu menggambarkan banyak potensi, namun belum tergali serta belum dimamfaatkan secara optimal

Namun demikian , berdasarkan hasil kajian potensi ini bisa maksimal dan dapat digolonkan ke dalam 2 katagori yaitu :

  • Dapat maksimal bila dilakukan pendekatan, penyuluhan , pengarahan, penekanan terhadap unsur manusianya.
  • Dapat Maksimal bila ada Stimulus dalam bentuk Pendanaan, dan ini biasanya sering terjadi Di Desa Wargasaluyu.

 

4.2.2.1.1.   Sumber Daya Alam

Keberadaan sumber daya alam di Desa Wargasaluyu Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat  tersedianya sumber daya alam batu, pasir, kayu, bambu dll.

 

4.2.2.1.2  Sumber Daya Manusia

  • Umumnya masyarakat rela lahan miliknya  dihibahkan tanahnya untuk digunakan sarana pembangunan seperti : Untuk Jalan,Masjid,Wakaf Kuburan,Posyandu Dll.
  • Masyarakat memiliki semangat yang tinggi untuk membangun desanya dalam upaya mengatasi permasalahan
  • Semangat gotong royong , khususnya di semua Dusun masih tinggi
  • adanya pemikir-pemikir yang pada akhirnya dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.
  • Banyak tersedia tenaga-tenaga teknis ( Pertukangan lainnya )
  • Tingkat Pendidikan Masyarakat sudah mulai maju dengan terlahirnya sarjana-sarjana yang bermunculan.
  • Kader-kader Lembaga Kemasyarakatan terlihat lebih hidup dalam menunjang pembangunan desa Wargasaluyu.
  • Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat,Pemuda , Seniman, olahragawan sudah mulai Nampak dan siap untuk berkopentan.

4.2.2.1.3  Sumber daya Kelembagaan

  • Semangat masyarakat untuk aktif dalam berbagai organisasi dan kelembagaan masih sangat tinggi
  • Lembaga-lembaga yang ada di Desa Wargasaluyu : Pemerintah Desa (Pemdes), badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) , Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Majelis Ulama Indonesia Desa (MUID) , Karang Taruna, PKK, Linmas, Bumdes, PSM,Gapoktan,Desa Siaga, RT/RW, Organisasi Pemuda,Organisasi Kesenian , dan lembaga-lembaga yang lainnya.

 

4.2.2.1.4.  Sumber Daya Finansial

       Alokasi Dana  Perimbangan Desa ( ADPD), P2D, APBD Kabupaten, APBD Propinsi Bumdes, Swadaya Masyarakat,  dan Sumber lain.

 

3.2.2.2       Masalah

Masalah adalah sesuatu yang belum ada jalan keluar pemecahannya dan adanya perbedaan antara yang seharusnya dengan yang sesungguh. Berdasarkan   dari kajian yang telah dilakukan dari sketsa desa, kalender musim, dan diagram kelembagaan , masalah yang dimiliki Desa Wargasaluyu sangatlah Komplek, berdasarkan penjaringan  masalah yang dilakukan di setiap dusun di dapati berbagi permasalahan yang sangat mendasar, permasalahan tersebut telah menjadi prioritas penting untuk diselesaikan dalam Program kepemimpinan Kepala Desa Wargasaluyu saat ini, yaitu sebagai berikut :

 

a)       Bidang  Pendidikan  

  • Masih adanya Anak Usia Dini/RA yang belajarnya tidak Efektif di Rw :
  • Rw. 03 dan Rw. 11 sebanyak 30 Siswa
  • Rw. 13 dan Rw. 02 sebanyak 25 Siswa
  • Rw. 10 dan Rw. 08 sebanyak 35 Siswa
    • Masih adanya Anak Usia Dini yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan di RW 01.02.03,04.06.08.09.10.11.12 dan di Rw. 13
    • Belum adanya alat peraga untuk menunjang kegiatan Guru dalam KBM Anak Usia Dini di RW 01.02.03.04.06.08.09.10.11.12. dan 13
    • Tidak terpeliharanya  Halaman tempat upacara PAUD  Assalam seluas 5 x 7 masih becek
    • Adanya kerusakan sarana dan prasarana pendidikan dan  kurangnya Ruangan Kelas di MI Lampegan, MI Cilanang dan MI Cikarundung
    • Halaman tempat Upacara SDN Sudimampir Luas 10×12,SDN Cibeureum Luas 10×12 dan MI Cilanang Luas 10×12 Masih becek
    • Masih kurangnya sumber daya TUTOR PAUD RW 01.02.03.04.06, 08, 09,10, 11, 12, dan 13
    • Adanya bangunan PAUD rusak berat di RW 04
    • Pengetahuan Intelektual masyarakat Desa Wargasaluyu di bawah Standar
    • Belum adanya sarana bacaan

 

b)    Bidang Kesehatan

  • Sering terjadinya penyakit Diare di Musim Hujan Dan Kemarau di RW 01.02.03.04.05.06.07.08.09.10.11.12 dan 13
  • Belum terlayaninya pelayanan kesehatan bagi Ibu Hamil dan Balita Di RW 01 .10 dan 11
  • Jauhnya tempat pelayanan kesehatan masyarakat sehingga masyarakat
  • Banyak masyarakat miskin tidak terlayani kesehatannya ( tidak mampu Membayar biaya berobat ke Rumah Sakit ) di Rw. 01.02.03. 04. 05. 06.07,08.09.10.11.12 dan 13
  • Adanya anak yang masih kekurangan Gizi ( Gizi Buruk ) di RW 01.11. 10. dan 13 sebanyak 9 Orang
  • Belum adanya sarana tempat mandi cuci kakus di Rw 01 s/d Rw 13

 

c)     Bidang Sarana dan  Prasarana Umum

  • Adanya jalan Desa Rusak Berat yang menghubungkan kampung Sudimpir ke kampung Cilanang Sepanjang 1300  M
  • Adanya jalan Desa Rusak Berat di kampung Lampegan RW 13 Sepanjang 1000 M
  • Adanya jalan Desa rusak dan berlubang   di beberapa titik sepanjang 1450 M yang menghubungkan Dusun  I dan Dusun II.
  • Adanya jalan Desa rusak dan masih tanah sepanjang 700 M yang menghubungkan Rw 05 dan Rw 12
  • Adanya jalan Desa rusak  berat   sepanjang 1000 M yang menghubungkan Desa Wargasaluyu dengan Desa Tamanjaya
  • Adanya jalan pemukiman yang rusak dan masih tanah di
  • RW 01 sepanjang    650   x 1 M
  • RW 02 sepanjang    800   x 1 M
  • RW 13 sepanjang    800   x 1 M
  • RW 03 sepanjang    2100 x 1 M
  • RW 04 sepanjang    1250 x 1 M
  • RW 11 sepanjang    1600 x 1 M
  • RW 06 sepanjang     550  x 1 M
  • RW 07 sepanjang    1000 x 1 M
  • RW 12 sepanjang    1500 x 1 M
  • RW 05 sepanjang     800  x 1 M
  • RW 08 sepanjang    1200 x 1 M
  • RW 09 sepanjang    2000 x 1 M
  • RW 10 sepanjang    2000 x 1 M
  • Belum adanya jalan lingkungan yang menghubungkan RW 01
  • Dengan RW 13 di dusun I dengan panjang 1250 x 1,5 M
  • Rusak Berat Boronjong Penahan Jalan Desa di Kp. Lampegan Rw 13 sepanjang 10 x1 m
  • Belum adanya TPT  Jalan Desa di Kp. Sasak Rw.03 sepanjang  90×1,5 M
  • Belum adanya TPT jalan Desa di kp sawahlega RW 11 Sepanjang 50 x 2 M
  • Belum adanya TPT jalan Desa di Kp Babakan sirna RW 05 sepanjang 50 x 2 M
  • Belum adanya TPT jalan Desa di Kp Cibeureum RW 06 sepanjang 150 x 1,5 M
  • Belum adanya TPT jalan Desa di KP Sasakluhur RW 06 sepanjang 30 x 2 M
  • Rusak berat TPT jalan Desa di Kp. Cilanang sepanjang 250 M x 1,5 M
  • Belum adanya Gorong-gorong di jalan Desa Kp Lampegan  RW 13 sepanjang 3 M
  • Belum adanya Gorong-gorong jalan Desa di Kp Babakansirna RW 05 Sepanjang 3,5 M
  • Belum adanya kirmir jalan Desa di Kp Pasirtugu RW 02 sepanjang 500 x 1 M
  • Di Kp. Gadog Rw 01 masih kekurangan sarana Air Bersih untuk 136 KK
  • Di Kp. Cilanang Rw 02 masih kekurangan sarana Air Bersih untuk 110 KK
  • Di Kp. Sawahlega RW  11 masih kekurangan sarana Air Bersih untuk 60  KK
  • Di Kp. Cikarundung, Pasir Panjang, Bojong Tisuk, Ranukurung, Lembur Sawah,  RW 08. 09.dan RW 10  masih kekurangan sarana Air Bersih untuk 280 KK
  • Di Kp. Babakan Sirna Rw 12  masih kekurangan sarana Air Bersih untuk 40 KK
  • Belum adanya jembatan penghubung antara RW 03 kampung sasak dengan  kampung Cisalada dengan panjang 15 x 1 M
  • Belum adanya jembatan penghubung antara Kp.Sasak dengan Kp.   Cisalada  sepanjang 2,5 x 1 M
  • Belum adanya jembatan penghubung antara Kp.Sasak dengan Kp.   Cisalada  sepanjang 2,5 x 1 m
  • Belum adanya jembatan penghubung antara kp Situhiang dengan Kp. Cigandawari sepanjang 4x2x1 M
  • Belum adanya jembatan penghubung antara Kp Sawahlega Dusun II dengan Kp Cibeuerum Dusun III sepanjang 6×2 M
  • Belum adanya jembatan penghubung antara Kp. Pasir Nangka dengan Kp. Babakan Sirna sepanjang 7x 1 M
  • Belum adanya kirmir di Sasak luhur Rw 06 yang mengaliri pesawahan seluas 68  hektar sepanjang 30×0,5 M
  • Belum adanya kirmir saluran air di Kp Sawahlega Rw 11 sepanjang 600 x 0,5×1 M
  • Belum adanya kirmir saluran air Curog goong di Kp Sawah kupa  Rw 03 sepanjang 2×0,5×1 M
  • Belum adanya kirmir saluran air di Kp. Cisalada Rw 03 Sepanjang 4×0,5×1 M
  • Tidak lancarnya  saluran air Rawa bonel sepanjang 150×0,5×1 M di beberapa titik di Rw 01 dan 03
  • Rusaknya sarana ibadah bangunan mesjid dan Madrasah (Majelis Talim) di Rw. 03,04, 05,06,07, 08, 09,10, 11 dan Rw 12
  • Rusaknya jembatan Tarentong sepanjang 6 x 1,5 m
  • Tidak tersalurkannya kegiatan  olah raga masyarakat Desa Wargasaluyu (Indoor)
  • Tidak memadainya lapangan Sepak Bola yang ada di Dusun III
  • Tidak Efektifnya kinerja (kegiatan) anggota atau lembaga yang ada di Desa :
    • BPD
    • LPMD
    • MUI
    • PKKKARANG TARUNA
    • RW

 

d)    Bidang Ekonomi

  • Jebolnya tanggul Rawabonel yang mengaliri pesawahan 65 Hektar sepanjang 25x8x1 M
  • Jebolnya tanggul Kp. Kubang Rw 11 sepanjang 20x2x1 M yang mengaliri pesawahan seluas 5 hektar
  • Jebolnya tanggul dan rusak berat tanggul curug jangot di Rw 12 yang mengaliri pesawahan seluas 53 hektar, sepanjang 20x2x1 M dan pipa 10 inc,  100 m
  • Jebolnya tanggul Cibeureum tengah Rw 07 yang mengaliri pesawahan seluas 10 hektar
  • Belum adanya tanggul saluran air di Kp. Cisarua Rw 10 yang mengaliri pesawahan seluas 8 hektar  sepanjang 20x2x1
  • Belum memahami cara bercocok tanam yang baik di Rw 02, 04,08,1
  • Sulitnya mendapatkan bibit unggul padi bagi kelompok tani
  • Kurang efektifnya cara panen oleh tenaga manusia
  • Sering terjadinya Gagal Panen bagi Kelompok masyarakat yang bertani
  • Tidak berjalannya kelompok ternak di Rw 02, 04,07,08,11
  • Mahalnya alat semprotan
  • Tidak berjalannya kelompok koperasi simpan pinjam di Rw 01,04,05, 06, 07, 08, 09, 10,11,12,13
  • Kurang berjalannya kegiatan kelompok (Koperasi) di Rw 02,03
  • Sulitnya peningkatan Produksi Home Industri :
    • Wajit (Dusun IV)
    • Opak (Dusun III)
    • Kripik Pisang (Dusun III dan Dusun II)
    • Kerajianan Tangan (Dusun I)
    • Tidak terjangkaunya pembelian Bahan Produksi Usaha Kecil (PDK Warungan)
    • BUMDES yang ada belum berjalan dengan maksimal

 

e)     Bidang Lingkungan Hidup

  • Banyaknya rumah yang tidak layak Huni diantaranya :
    • § Rw. 01 sebanyak 35 KK
    • § Rw. 02 sebanyak 15 KK
    • § Rw. 13 sebanyak 25 KK
    • § Rw. 08 sebanyak 20 KK
    • § Rw. 09 sebanyak 20 KK
    • § Rw. 10 sebanyak 20 KK
    • § Rw. 03 sebanyak 25 KK
    • § Rw. 04 sebanyak 25 KK
    • § Rw. 11 sebanyak 25 KK
    • § Rw. 06 sebanyak 7 KK
    • § Rw. 05 sebanyak 7 KK
    • § Rw. 12 sebanyak 10 KK
    • Adanya Warga yang belum merasakan penerangan di Rw :
      • Rw. 02 sebanyak 20 KK
      • Rw. 13 sebanyak 25 KK
      • Rw. 01 sebanyak 35 KK
      • Rw. 03 sebanyak 15 KK
      • Rw. 04 sebanyak 25 KK
      • Rw. 06 sebanyak 15 KK
      • Rw. 07 sebanyak 15 KK
      • Rw. 08 sebanyak 20 KK
      • Rw. 09 sebanyak 20 KK
      • Rw. 10 sebanyak 20 KK
      • Rw. 11 sebanyak 25 KK
      • Belum tersedianya jaringan tiang listrik di RW :
        • Rw. 01 sepanjang 550 m sebanyak 40 KK
        • Rw. 02 sepanjang 200 m sebanyak 6 KK
        • Rw. 11 sepanjang 250 m sebanyak 25 KK dan sepanjang 200 m di Rt. 02 sebanyak 20 KK
        • Rw. 04 sepanjang 250 m sebanyak 40 KK dan sepanjang 150 m sebanyak 12 KK
        • Rw. 12 sepanjang 150 m sebanyak 18 KK
        • Rw. 08 sepanjang 250 m sebanyak 20 KK
          • Rw. 09 sepanjang 250 m sebanyak 30 KK
      • Adanya pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik Aci, Pabrik Tahu dan ternak ayam di Rw. 01, Rw. 13, Rw. 11 Rw. 06

 

f)      Bidang Sosial Budaya

  • Kurang nyamannya dalam melaksanakan Ibadah di Rw. 04, Rw. 06, Rw. 12, Rw. 05, Rw. 08, Rw. 09, Rw. 10,  Rw. 11, Rw. 04, Rw. 03, Rw, 13, Rw. 01, Rw. 02.
  • Sulitnya  perkembangnya Kreasi Seni dan bakat Seni  masyarakat:
    • Kesenian Calung
    • Kesenian Reog
    • Kesenian Degung
    • Kesenian Pencak Silat
    • Kesenian Rebana
    • Kesenian Dangdut
    • Kesenian Marawis
    • Banyaknya Pengangguran  di tiap Dusun  :
      • Dusun I sebanyak 120 orang
      • Dusun II sebanyak 120 orang
      • Dusun III sebanyak 125orang
      • Dusun IV sebanyak 120 orang

 

 

3.2.3        Program Pembangunan Desa

Program adalah instrument kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi/satuan kerja perangkat daerah untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran atau kegiatan masyarakat.

 

Program pembangunan desa yang diambil agar terlaksananya misi-misi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Memberi pandangan kepada masyarakat terhadap desanya dimasa yang akan datang

Programnya adalah:

a. sosialisasi program dan kebijakan desa

b. mengikut sertakan masyarakat dalam rencana pembangunan desa

 

2. Menggali Potensi sumber daya alam yang ada

Programnya adalah:

a. Melestarikan sumber daya alam

b.Memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan sebaik-baiknya dalam pembangunan

 

3. Meningkatkan sumber daya manusia.

Programnya adalah:

a. Pembangunan  sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan

b. Meningkatkan layanan Posyandu

c. Mengikutsertakan pemuda putus sekolah dalam pelatihan yang tersedia untuk membekali keterampilan pemuda

d. Mengembangkan potensi usaha-usaha keluarga melalui pengembangan industri        kerajinan.

 

4. Memajukan perekonomian masyarakat kearah yang lebih baik.

Programnya adalah:

a. Fasilitasi pengembangan modal

b. penyediaan bibit unggul.

c. Penyuluhan pertanian

d. Home Industri

 

5. Pembangunan dan pembenahan sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan masyarakat.

Programnya adalah:

a. Pembangunan atau rehab PAUD, RA, SLTP

b. Pembangunan Posyandu, dan Pustu

c.  Rehab Mesjid dan mushala

d. Pembangunan/rehab jalan, jembatan, gorong-gorong, TPT, tanggul dan kirmir

 

6. Mewujudkan sistem kepemimpinan Desa yang efektif.

Programnya adalah:

a. Diklat terhadap aparat desa dan anggota BPD

b. Melaksanakan tugas sesuai TUPOKSI

 

 

     4.2.4. Strategi Pencapaian

             Analisis SWOT (Strenght, Weaknesses, Oppurtunities, Treaths) merupakan analisis terhadap situasi dan kondisi yang berpengaruh terhadap lingkungan Internal maupun Lingkungan Eksternal kebijakan. Analisis ini mencakup faktor-faktor yang menjadi kekuatan (Strenghts), Kelemahan (Weaknesses) peluang (Oppurtunities) dan tantangan serta ancaman (Treaths). Tujuan analisis ini adalah untuk mengetahui potensi isu-isu strategis yang kemungkinan di hadapi dalam implementasi kebijakan Pengembangan Otonomi Desa.

     4.2.4.1    Analisis Lingkungan Internal

    4.2.4.1.1. Unsur Kekuatan

Unsur kekuatan merupakan unsur yang menjadikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Desa Wargasaluyu memiliki kemampuan untuk mencapai maksud dan tujuan penyusunannya. Untuk memahahaminya, maka unsur kekuatan ini, perlu di gambarkan potensi pengembangan pemerintah Desa dan pemberdayaan masyarakat, yang timbul dari lingkungan internalnya, unsur tersebut antar lain:

–              Letak Desa yang Strategis

–              Kualitas Sumber Daya Manusia

–              Gotong Royong Masyarakat

 

  4.3.4.2.  Unsur Kelemahan

Unsur kelemahan merupakan faktor yang timbul dari lingkungan internal masyrakat dan Pemerintah Desa, yang diperkirakan akan mengurangi daya capai rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) di Desa Wargasaluyu untuk tahun 2011-2015. Unsur-unsur yang menjadi kelemahan adalah sebagai berikut:

–        Banyak Penduduk tidak Mampuh

–        Sarana Infrastuktur Rusak

–        Banyak Pengangguran

–        Kualitas Sumber Daya Manusia Rendah

 

4.2.4.2. Analisis lingkungan Eksternal

4.2.4.2.1. Unsur Peluang

Unsur peluang sesungguhnya merupakan faktor yang timbul dari lingkungan sksternal yang harus di manfaatkan secara optimal oleh masyarakat desa dan pemerintahnya beserta segenap stekholdernya,sehingga maksud dan tujuan yang ingin dicapai efektif serta memberi nilai tambah terhadap kesejahtraan masyarakat Desa Wargasaluyu, beberapa peluang yang harus dimanfaatkan secara optimal antara lain meliuputi:

–              Pendapatan Asli Desa

–              Adanya Alokasi Dana Desa (ADD)

–              Adanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)

–              Adanya Program Raksa Desa

–              Partisifasi Masyarakat Desa

–              Pembinmaan dari Kecamatan dan Kabupaten

 

 

4.2.4.2.2. Unsur Tantangan

Unsur ini timbul dari lingkungan eksternal masyarakat dan pemerintah desa yang diperkirakan akan mengganggu daya capai Rencana Pembanguanan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Yang akan dilakukan pada tahun 2011-2015.Oleh karenanya,harus diantisipasi sedemikian rupa agar dapat dihilangkan atau diminimalisir dalam pelaksanaan rencana tersebut.Unsur-unsur tersebut antara lain meliputi:

–              Munculnya Budaya Konsumtif

–              Individualisme

–              Belum Adanya Kejelasan tentang Kewenangan Desa

–              Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

–              Urbanisasi

 

4.2.4.3.     Formulasi Strategis

 

Berdasarkan gambaran tentang adanya faktor pendukung dan faktor penghambat yang diperkirakan akan berpengaruh dalam pelaksanaan Rencana Pembvangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Desa Wargasaluyu tahun 2011-2015, maka perlu dianalisis stategis umum penanggulanganya. Untuk itu maka digunakan formulasi stategis atas unsur-unsur kekuatan dan Peluang (S-O), srategis atas unsur Kekuatan dan Ancaman(S-T), strategis atas unsur Kelemahan dan Peluang(W-O), serta strategis atas unsur Kelemahan dan Ancaman(W-T).

Dengan menggunakan formulasi stategis tersebut, maka akan dihasilkan rekomendasi strategis yang perlu dilakukan oleh pemerintah Desa, sebagi berikut:

  1. a.    Stategi S-O

–       Meningkatkan Sumber Daya Manusia dalam menggali Potensi

–       Menumbuhkembangkan Partisipasi masyarakat.

  1. b.   Strategi W-O

–            Mengatasi kemiskinan dan angka Kesakitan

–            Perbaikan Sarana Infrastuktur.

  1. c.    Stategi S-T

–       Antisipasi Perkembangan Budaya Konsumtif dan ketidak pastian Masa Depan,dengan Menguatkan sumber Daya, Adat Istiadat Budaya dan Gotong royang.

  1. d.    Strategi W-T

–       Meningkatkan kemampuan Daya Beli Penduduk Miskin dengan Meningkatakan Tarap Kehidupan Masyarakat

 

4.2.4.4.     Asumsi –Asumsi

 

Asumsi adalah kondisi yang dipersyaratkan untuk dapat mencapai tujuan akhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes),sebagai wujud dari keinginan seluruh stakholder,baik Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa,maupun masyrakat dan pihak lainya.Asumsi ini juga berpungsi sebagi pedoman atau tolok ukur bagi keberhasilan pelaksanaan agenda kebijakan.

Beberapa hal yang dijadikan asumsi dasar sebagai kaidah dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) di Desa Wargasaluyu :

–          Rencana ini dijadikan acuan pokok bagi seluruh komponen Pemerintah Desa di desa Wargasaluyu di semua tingkatan dalam melaksanakan masing-masing bidang kewenangannya, agar dicapai efisiensi dan efektifitas pelaksanaan kebijakan.

–          Adanya stabilitas keamanan, politik, dan ekonomi yang kondusif baik di tingkat lokal dan nasional sebagai pendorong efektif dalam menjaga konsistensi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ini.

–          Pembiayaan seluruh substansi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa senantiasa diposisikan sebagai stimulus bagi sasaran-sasaran yang hendak dicapai, utamanya agar tidak mematikan berbagai kreativitas swadaya masyarakat.

–          Mengurangi tingkat KK miskin dan pengangguran dengan memanfaatkan DADU dan Dana Raksa Desa serta memberikan pelatihan-pelatihan bagi masyarakat desa supaya terampil dalam menggali potensi dan produktif serta berdaya guna ( NB: strategi jika kelemahan dan peluang )

–          Meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat untuk mendongkrak daya beli masyarakat guna mengantisipasi harga kebutuhan pokok masyarakat ( NB: strategi jika kelemahan dan ancaman )

Mengembangkan potensi masyarakat desa agar mengurangi dampak krisis ekonomi guna mengurangi jumlah KK miskin dan pengangguran ( NB: strategi jika kelemahan dan ancaman)